Festival Budaya Yang Mengagumkan di Wamena

Festival Budaya Yang Mengagumkan di Wamena

Di hari kedua, pagi-pagi saya sudah berangkat menuju lokasi festival. Dari hotel tempat saya menginap butuh waktu sekitar satu jam perjalan menggunakan mobil. Selama dalam perjalanan saya disuguhkan dengan pemandangan Kabupaten Jayawijaya nan indah dengan jajaran pegunungan yang menghiasi alam sekitarnya. Sesekali saya berhenti untuk coba mengabadikan kehidupan keseharian penduduk setempat. Ya sungguh menawan dan tampak bersahaja kehidupan mereka. Bagi masyarakatnya alam sudah dianggap sebagai sahabat yang melayani kehidupan dan harus dihormati seperti mahluk lainnya. Budaya yang selalu mereka lestarikan seolah tak pernah tergerus oleh modernisasi.

Harmoni yang tercipta sungguh menawan, rasanya sulit mendapatkan atmosphere seperti ini ketika kita berada di kota. Akhirnya saya pun tiba di distrik Wosilimo yang menjadi tempat diselenggarakannya acara tersebut. Acara digelar di tanah lapang yang luas berlatar belakang perbukitan. Festival Lembah Baliem sendiri diikuti oleh 40 distrik se-kabupaten Jayawijaya. Masing2 distrik mengirimkan perwakilan untuk memeriahkan festival ini. Acara Festival Lembah Baliem sendiri berisikan pagelaran budaya tari tarian dan ritual adat suku pedalaman papua.

Atraksi yang ditampilkan berupa tari-tarian perang dengan mengambil alur cerita pertikaian antar suku (perang suku), tari tradisonal dan musik. Perang suku mampu menjadi pesona keunikan budaya di Kabupaten Jayawijaya. Budaya perang suku sendiri sejak tahun 1980 telah dilarang dan dihentikan oleh pemerintah daerah. Sebagai gantinya, budaya perangperangan ini tetap diperingati dan dijadikan sebagai salah satu daya tarik atraksi pariwisata tahunan yang dilaksanakan dalam bentuk sebuah festival budaya lembah Baliem setiap bulan Agustus. Festival diadakan tiga hari berturut turut dengan acara yang sama setiap harinya. Dimulai pukul 10 pagi dan berakhir siang menjelang sore.

Festival yang mulai diadakan pada tahun 1989 ini awalnya diadakan untuk menjadi ajang adu kekuatan suku Dani, Yali, dan Lani sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. Festival ini juga menampilkan “peperangan” ketiga suku untuk melambangkan kesiapan ketiga suku itu dalam melindungi desa mereka. Saat ini Festival Lembah Baliem bertujuan melestarikan dan mempromosikan kesenian, tradisi, dan kebudayaan Papua yang telah diturunkan secara turun temurun. Tentu saja, semua kegiatan yang dilakukan hanya bersifat atraksi sehingga aman untuk dinikmati oleh pengunjung. Pada penyelenggaraan festival saat itu saya beruntung diberikan kesempatan untuk mengabadikannya secara langsung lewat kamera saya.

Untuk menghemat waktu, saya sudah bergerak meninggalkan lokasi festival sebelum acara berakhir agar bisa mengunjungi desa asli suku pedalaman yang letaknya tidak terlalu jauh dari arena festival. Kadang hanya berjalan kaki saja sudah sampai di desa mereka. Tujuan kedatangan saya tak lain ingin mengabadikan keseharian mereka. Aktifitas ini berulang untuk hari ke dua dan seterusnya, sehingga saya pun lumayan paham culture mereka. Kegiatan mereka selalu menjadi objek menarik bagi saya dan kesempatan ini mejadi sarana belajar untuk mengenal lebih jauh kehidupan suku suku di sini.

Istirahat di Hotel Mewah
Setelah puas melihat festival budaya yang sangat membuatku takjub, saya kembali ke hotel untuk beristirahat. Kali ini saya menginap di hotel Baliem Pilamo yang lokasinya tidak jauh dari bandara dan sangat strategis. Disekitar hotel ini terdapat waraung makan dan warung kopi, jika bosan di hotel dan ingin menikati suasana malam di Wamena tidak ada salahnya nongkrong di warung makan atau warung kopi.

Mesin genset diesel sebagai fasilitas pelengkap dimiliki oleh hotel yang sangat mewah ini. Wajar saja jika hotel ini di lengkapi oleh mesin genset lantaran tidak mau tamu yang bermalam merasa jengkel dan kecewa saat listrik mati dan semua fasilitas hotel tidak bisa digunakan. Oleh karena itulah pihak hotel menyediakan unit genset.

Indonesia termasuk negara yang masih sering terjadi listrik padam dan banyak sekali masyarakatnya yang menggunakan genset sebagi sumber listrik ke dua. Dengan begitu wajar rasanya bila bisnis jual yanmar genset murah di Indonesia jumlahnya kian bertambah.